Kapolda Jatim: Hasil Anev Tahun 2015, 14 Polisi Dipecat

29 Kapolda AnevTribratanewsJatim.com: Selama 2015 sebanyak 14 polisi yang dinas di jajaran Polda Jatim dipecat tidak  dengan hormat (PTDH). Kebanyakan mereka terlibat tindak pidana narkoba yang kini tengah diperangi oleh kepolisian.

Kapolda Jatim Irjen Drs Anton Setiadji menegaskan, pihaknya tidak menoleransi atas tindakan polisi nakal terutama terlibat  narkoba. Karena mereka (polisi) tahu risiko dan akibatnya, jika berhubungan dengan narkoba.

Apalagi polisi tengah gencar memerangi narkoba yang banyak beredar di masyarakat. “Masyarakat kami perangi. Tentunya polisi harus ditertibkan. Kalau tidak bisa dibina ya dibinasakan,” tandas Irjen Anton Setiadji didampingi pejabat utama diantaranya Kabid Humas Kombes RP Argo Yuwono saat anev akhir tahun, Selasa (29/12/2015).

Jenderal Polisi berbintang dua itu menandaskan,  para oknum polisi yang di PTDH sebenarnya sudah lama diproses. Baik itu lewat peradilan umum, sidang kode etik, dan sidang disiplin. Namun mereka masih menunggu Surat Keputusan (Skep). “Kebetulan yang menandatangani saya sehingga nasibnya tidak terkatung-katung.

Mudah-mudahan anggota yang di PTDH bisa membina masyarakat,” jelasnya. Di tahun 2016 nanti, juga masih banyak polisi yang akan di PTDH karena kasus narkoba dan lainnya. Seperti Aiptu Abdul Latief anggota Polsek Sedati – Polres Sidoarjo yang ditangkap atas kepemilikan SS seberat 13 kg, yang kini masih menjalani sidang di PN Surabaya. 29 Kapolda anev UmamSelama tahun 2015 pengungkapan kasus narkoba mengalami kenaikan yang cukup signifikan sebesar 27,98 persen.

Tajun 2014 mengungkap 2.577 kasus dengan jumlah tersangka 3.232 orang. Sedang tahun 2015 tersangka yang ditangkap sebanyak 4.057 orang dengan 3.298 kasus. Anggota polisi yang tertangkap di tahun 2015 sebanyak 9 orang dan tahun 2014 sebanyak 11 orang. Anggota TNI yang tertangkap dalam kasus serupa di tahun 2015 ada 6 orang dan 2014 cuma 1 orang. Paling tinggi dari golongan wiraswasta atau pengusaha yang mengalami kenaikan 71,60 persen dari 331 kasus menjadi 568 kasus.

Pelajar yang terlibat narkoba di tahun 2015 mengalami tren penurunan sebesar 14,92 persen dari 77 kasus menjadi 67 kasus. Sementara untuk kalangan mahasiswa mengalami kenaikan sebesar 12,82 perswn dari 39 kasus menjadi 44 kasus. Golongan PNS mengalami penurunan 5,8 persen dari 18 kasus menjadi 17 kasus.

Paling tingi Turunnya angka keterlibatan pelajar, salah satunya adalah sosialisasi ke sekolah-sekolah mulai dari SMP dan SMA sederajat. Karena pelajar sifatnya masih ikut-ikutan dan masih mencari jati diri, sehingga mudah terpengaruh oleh teman atau lingkungan sekitar. “Salah satu cara adalah melakukan pendekatan ke pelajar agar tahu apa itu narkoba dan bahayanya. Perjalanan mereka kan masih panjang sehingga harus diberi tahu,” kata Kapolda Irjen Anton Setiadji.

Dalam memerangi narkoba, bandar yang diringkus di tahun 2015 ada 18 orang dan tahun 2014 17 orang. Penanam daun ganja kelas kakap yang ditangkap pada 2015 ada 2 orang. Sementara pengedar narkoba yang ditangkap mengalami kenaikan 24,33 persen dari 2.802 kasus menjadi 3.484 kasus. Pengguna narkoba yang ditangkap juga mengalani kenaikan 31,23 persen dari 413 kasus menjadi 542 kasus. (mbah heru) Foto: Kapolda Jatim didampingi pejabat utama seperti Kabid Humas Kombes RP Argo Yuwono saat Anev akhir tahun (umam)

Pelaku Lolos, Kantor Direktur Keuangan dan SDM KBS Dibobol

29 Kasat Reskrim TabesTribratanewsJatim.com: Lagi, Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) kembali geger. Bukan soal jual beli satwa atau yang terakhir kabar miring terkait orang utan yang dihamili gate kepper.

Kali ini, ruang Direktur Keuangan dan SDM yang dijabat Fuad di Kantor Sekretariat diacak-acak maling. Dari hasil olah TKP, pelaku masuk ke ruangan dengan cara menjebol plafon.  “Yang hilang dokumen kepegawaian. Itu sangat rahasia, karena berisi hasil psikotes. Termasuk lamaran saya sebagai Direksi Operasional dan disitu ada hasil psikotes saya,” kata Plt. Direktur PDTS KBS Aschta Tadjudin, Selasa (29/12/2015)

Lanjut Aschta, dokumen yang hilang termasuk lelang jabatan 2014. “Dimana disitu terdapat hasil psikotes yang dijalani oleh calon-calon Kepala Seksi dan Kepala Departemen,” tegasnya.

Disinggung apakah peristiwa ini ada kaitannya permasalahan dengan kasus-kasus yang terjadi di PDTS KBS?Aschta tak berani berkomentar terkait hal tersebut. “Soal itu, saya tidak berkomentar panjang. Soalnya untuk laptop dan uang, tidak ada yang hilang,” lanjutnya.

Lain halnya dengan diutarakan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete. Menurut alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1998 ini, bahwa dari hasil olah TKP tak ditemukan adanya barang berharga yang hilang.

“Memang benar ada kejadiannya Senin (28/12/2015) malam yaitu upaya pencurian uang. Dari hasil olah TKP yang dilakukan Polsek Wonokromo, Resmob diketahui pelaku ada satu orang, dan tak ditemukan barang yang hilang,” jelasnya.

Disinggung soal keterangan dari pihak PDTS KBS bahwa ada dokumen penting yang hilang?Takdir membantahnya, karena hanya dokumen yang acak-acakan.  “Kami tadi sudah menanyakan ke pihak KBS. Tapi kami akan klarifikasi lagi,” ujarnya.

Takdir juga menambahkan, bahwa pelaku merupakan orang luar dengan cara masuk lewat tembok. “Diduga orang luar. Karena mereka mengira, di kantor tersebut ada banyak uang,” lanjut Takdir.

Informasinya, pembobolan ini diketahui sekitar pukul 07.00 oleh salah satu petugas kebersihan yang biasa dipanggil dengan sebutan Mbah. Begitu mengetahui ruangan terdapat arsip dan dokumen yang berantakan, lalu menghubungi pos keamanan yang jaraknya hanya sekitar 100 meter saja.

Kejadian ini lalu dilaporkan ke Polsek Wonokromo dan diteruskan ke Polrestabes Surabaya. Polisi yang melakukan olah TKP, diketahui bahwa pelaku masuk dari tembok sebelah Selatan.
Aksi pelaku juga bisa dibilang mulus, karena minimnya CCTV (closed circuit television) dan hanya satu saja yang mengarah ke Kantor Sekretariat (berada di ruangan Kantor BKSDA Jatim), pelaku yang diperkirakan satu orang itu naik genteng dan masuk dengan cara menjebol plafon.

Aksi pertama dilakukan di ruang rapat, karena tak ditemukan barang yang diincarnya, pelaku lalu merangsek ke ruangan lainnya dengan cara memanfaatkan pintu tengah yang tak dikunci.
Untuk masuk ke ruang Direktur Keuangan dan SDM, pelaku menjebol pintu.

Dalam ruang itu, pelaku mengacak-acak file kabinet yang berisi dokumen penting yang dimiliki oleh PDTS KBS mulai pertama hingga pemulihan. Diduga usai mendapatkan dokumen yang diincar, pelaku kembali keluar lewat plafon, sehingga petugas keamanan yang jaraknya hanya sekitar 100 meter itu tak mengetahuinya. (mbah heru)

Jelang Tahun Baru, Kapolres Jember Blusukan ke Penjual Terompet

29 terompel kapolres jember 1TribratanewsJatim.com - Begerak cepat inilah yang dilakukan oleh Polres Jember terkait beredarnya terompet tahun baru yang terbuat bahan kertas bertuliskan “Alquran” terjual di Mini Market Alfamart di daerah Kebondalem Kota Kendal, ini memantik perhatian dan merisaukan masyarakat umum.

Kapolres Jember AKBP M Sabilul Alif SH SIk MSi segera memerintahkan jajarannya untuk segera melakukan pengecekan di lapangan. “ Adanya munculnya peristiwa itu kami segera merespon cepat dan langsung bergerak, melakukan pengecekan menyasar ke penjual terompet kaki lima, pertokoan, minimarket dan pusat perbelanjaan baik diwilayah kota maupun kecamatan di Jember,” kata Kapolres, Senin (28/12/2015) malam.

Yang jelas, lanjutnya, bukan hanya anggota saja yang gencar turun ke lapangan juga blusukan menemui dan mengecek langsung ke pedagang kaki lima yang marak menjual terompet tahun baru di sepenjang trotoar Jalan Trunojoyo, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Namun Kapolres juga blusukan ke para pedagang kaki lima, penjual tropet. Kebanyakan mereka tidak menduga kalau yang datang menyapa dan menyalami hangat adalah Kapolres Jember. Pedagang yang ditemui polisi mengaku menjual dagangan terompet tahun baru untuk mengais rejeki musiman jelang perayaan Tahun Baru 2016.

Adanya informasi beredarnya terompet tahun baru yang terbuat dari sampul Alquran sempat membuat pedagang cemas dan bisa berpengaruh terhadap hasil penjualannya. Namun kebanyakan diantara mereka membuat sendiri kerajinan terompet ” Saya membuat sendiri pak terompet terompet ini, jadi saya tahu persis bahan bakunya, saya ambil dari barang bekas yang masih bisa dimanfaatkan, ada yang saya jual Rp 4.000 ada juga yang Rp 5.000,” kata pedagang terompet itu.

Sementara Kapolres Jember akan membeli banyak terompet untuk dibagikan ke masyarakat saat malam pergantian tahun baru. Hal ini membuat membuat pedagang terompet yang ditemuinya tampak tersenyum gembira. ” Bagi bagi rejeki buat kami, terima kasih ya pak , terima kasih juga atas sosialisasinya,” kata pedagang tropet yang diajak berdialog oleh Kapolres.(jbr/mbah heru)

Foto: Kapolres sedang blusukan

Jelang HUT Satpam ke 35, Satpam Garda Terdepan Jaga Keamanan Tempat Kerja

30 HUT StpamTribratanewsJatim.com: Polisi meminta satuan pengamanan (Satpam) di tempat keramaian lebih waspada saat musim liburan panjang ini. Tempat keramaian itu antara lain mall, wisata dan hotel.
Kasat Pembinaan Masyarakat Polres Malang Kota AKP Imam Mustholih SH,SIK di sela-sela pelaksanaan lomba ketangkasan menggunakan borgol dan tongkat oleh Satpam di halaman Mapolres Malang Kota, Minggu (27/12/2015). Imam meminta personil Satpam meningkatkan kualitas dan kompetensi mereka.
“Karena Satpam adalah garda terdepan untuk menjaga keamanan di tempat kerja mereka. Kompetensi dan kualitas harus ditingkatkan,” ujar Imam. Salah satunya melalui keahliannya dalam memakai borgol, tongkat, dan tangan kosong sebagai senjata pengamanan mereka, termasuk kewaspadaan, apalagi ketika masa liburan seperti ini terutama yang bekerja di tempat-tempat keramaian yang menjadi tujuan banyak orang.
Satpam sangat membantu kerja polisi dalam menjaga keamanan wilayah. Mengingat jumlah polisi yang tidak sepadan dengan luas wilayah dan jumlah penduduk. Bantuan dari petugas keamanaan swasta itulah yang mendukung kerja aparat penegak hukum.
Satpam di Kota Malang juga mengunduh “aplikasi panic button” milik Polres Malang Kota, Melalui aplikasi itu, mereka bisa secara cepat menghubungi kepolisian saat terjadi tindak kriminalitas.
Terkait lomba Satpam yang digelar Polres Malang Kota itu untuk memperingati HUT Satpam ke-35 yang jatuh 30 Desember 2015 nanti, lomba yang digelar berupa ketangkasan memakai borgol dan tongkat. Beberapa tim peserta juga menunjukkan kemampuan melumpuhkan penjahat memakai tangan kosong.
Tim yang ikut lomba, yakni satpam Matos, Bank Indonesia, UMM, PT Intan Pramadita, Harelis Karya Mandiri, dan PKSS. Satpam Matos tidak hanya menunjukkan keahlian memakai borgol dan tongkat, tetapi juga melumpuhkan penjahat memakai tangan kosong.
Terkait dengan jelang HUT Satpam, diselenggarakan lomba penggunaan Borgol dan Tongkat dalam rangka HUT ke 35 yang dilaksanakan di halaman Polres Malang Kota, Minggu ( 27/12/2015) diikuti oleh 6 (enam) kelompok peserta telah usai, dari hasil penilaian tim juri yang keluar sebagai juara I diraih oleh PT Intan Pramadita yang ber alamat di Jl.Kemirahan Gg I/ 3 Kec. Blimbing Malang, Juara ke II diraih oleh Satpam Matos Jl. Veteran Kota Malang serta juara ke III diraih oleh Satpam UMM (universitas Muhamadiyah Malang).
30 lomba HUT Satpam 1Anton Kurniawa selaku Direktur PT Intan Pramadita bersyukur atas prestasi yang diraih oleh Satpamnya sehingga bisa mendapatkan predikat Juara I dalam lomba penggunaan borgol dan tongkat tersebut, karena mereka hanya berlatih selama seminggu.
Seperti disampaikan oleh Kaasat Binmas AKP Imam Mustolick SH.SIK saat digelarnya lomba dril borgol dan tongkat, bahwa digelarnya lomba ketangkasan penggunaan borgol dan tongkat tersebut selain untuk meningkatkan ketrampilan didalam penggunaannya juga diharapkan agar para Satpam dilingkungan hukum Polres Malang Kota tetap memiliki jiwa kekompakan, kedisiplinan serta ber integritas dan professional. (mlk/mbah heru)

Tipu Rp 40 Juta Dijebloskan Tahanan

TribratanewsJatim: Pelaku penipuan berkedok bisa menyembuhkan penyakit terhadap korbannya, Hartadi (42) warga Desa Kesambi, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo berhasil diciduk anggota Polsek Porong. Pelaku berinisial PA (47) warga Desa Tanjangrono, Kecamatan Ngoro, Kab Mojokerto yang dikenal sebagai paranormal. Hingga kini, Senin (28/12/2015) pelaku terlibat kasus penipuan dan penggelapandijebloskan tahanan.
Kapolsek Porong Kompol Hery Mulyanto mengatakan, tersangka melakukan penipuan tersebut berawal dari korban yang menderita penyakit mata dan sudah mencari obat kesana-kemari, namun belum juga mendapatkan kesembuhan. Akhirnya, diperkenalkan oleh salah satu kerabat korban yang bernama Budi dengan tersangka PA .
Menurut Budi, PA orang pintar dan mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Setelah melalui proses pengobatan dan pembayaran, mata korban tak kunjung sembuh. Sehingga pelaku akan melakukan pengobatan lagi terhadap mata korban. Namun disela-sela pengobatan, korban secara tidak sengaja mengutarakan niatnya yang akan membeli sebidang tanah yang lokasinya di relokasi kaplingan Mindi, Desa Kesambi Porong dengan harga sekitar Rp 75 juta.
Mendengar hal itu, pelaku langsung menawarkan kepada korban bahwa dirinya bisa membantu pembayaran tanah tersebut dengan harga kisaran Rp 40 juta. Setelah ada kesepakatan, akhirnya korban disuruh untuk membayar uang sekitar 40 juta melalui rekening atas nama Suwarno.
Setelah uang yang diminta sudah ditransfer oleh korban, ternyata pelaku sulit dihubungi bahkan nomor teleponnya tidak aktif. Setelah lama tak kunjung ada kabar dari pelaku dan tidak ada kejelasan, akhirnya korban melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Porong.
Kapolsek Porong juga menambahkan, modus pelaku berpura-pura membantu pembayaran tanah sebesar Rp 40 juta dari harga tanah senilai Rp 75 Juta yang akan dibeli oleh korban. Korban disuruh mentransfer uang tersebut agar cepat terealisasi pembelian tanahnya, namun setelah uang sudah ditransfer semua, pelaku tidak bisa dihubungi.
Begitu mendapatkan laporan Reskrim Polsek Porong – Polres Sidoarjo, segera bergerak dan pelaku pun berhasil diamankan di Desa Kedung Sumur. Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 378 dan 372 KUHAP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (sdj/mbah heru)
28  tipu sdj

Jelang dan Saat Perayaan Natal, Jawa Timur Kondusif

27 BrimobTribratanewsJatim.com: Jika gelar operasi Kepolisian apapun bentuknya terus dilakukan, niscaya akan mempersempit ruang gerak yang akan melakukan pelanggaran hukum. Hal ini bisa dibuktikan dengan kondusifnya situasi di Jawa Timur, terkait jelang dan saat pelayaan Natal bersamaan dengan libur panjang mulai 24 – 27 Desember 2015.

Berbagai upaya yang dilakukan  aparat keamanan sinergi bersama masyarakat, membuat, sekali lagi, situasi kamtibmas kondusif. Meski situasi Jawa Timur relatif  kondusif, namun kewaspadaan tetap harus terjaga. Jangan sampai lengah, terlena dan tetap siaga di mana saja dan kapan saja tetap waspada.

Hal itu untuk mengantisipasi sesuatu peristiwa atau kejadian yang tidak diinginkan. Sebab, aksi kejahatan, misalnya, bisa terjadi di mana dan kapan saja. Semua berharap, jelang dan saat pergantian tahun, situasi Jawa Timur kondusif.

Salah satu misal, agenda tahunan operasi Lilin Semeru 2015. Saking gencarnya setiap kewilayahan mengelar operasi tersebut, tentunya hasilnya bisa dirasakan, seperti mempersempit ruang gerak pelanggaran hukum.

Polres Pasuruan beserta jajaran Polsek, misalnya, melakukan giat cipta kondisi (cipkon) operasi minuman keras (miras). Operasi ini digelar sejak Kamis (24/12/2015) dengan cara, yaitu polisi mendatangi tempat-tempat seperti warung atau toko yang disinyalir sebagai penjual miras.

Operasi yang digelar itu berhasil  mengamankan  barang bukti miras jenis 196 botol arak jowo, 62 botol tomi stanley, 84 botol Mc. Donald, 4 botol vodka dan 11 botol anggur. Proses selanjutnya para penjual miras tersebut dilakukan sidang tipiring di PN Bangil.

Kegiatan Cipkon ini untuk mengantisipasi terjadinya tindak kriminalitas, yang tak jarang diawali pesta miras. Hal ini bisa membuat pikiran tidak terkontrol, sehingga cenderung melakukan tindak criminal.

Untuk itu, antisipasi sangat perlu dilakukan untuk melancarkan operasi miras secara terus menerus dan intensif, demikian kata Kasubsatgas Humas Satgas Polres Pasuruan V AKP Mujiati. (psr/mbah heru)

foto: anggota kepolisian (jacky)

 

Malam Tahun Baru, Polisi Kota Kediri Tiup 1.000 Trompet

27 Kapolres Kediri KotaTribratanewsJatim.com: Malam Tahun Baru 2016 ada pemandangan unik di Kota Kediri, Jawa Timur. Sebanyak 1.000 polisi turun jalan sambil membawa terompet . Peluit yang biasa digunakan sementara ditinggalkan dan diganti dengan terompet untuk menyambut suka cita Tahun Baru 2016. Kegiatan itu bertajuk “Police of a 1000 Trumpets ” menjadi hal baru yang belum pernah ada.

Semua terompet disediakan, teknisnya pada tanggal 31 Desember saat apel kesiapan PAM malam Tahun baru pukul 17.00 semua anggota sudah membawa terompet yang sudah disiapkan di Mapolres. “ Yang jelas peluit sementara ditinggalkan dan diganti dengan terompet,” kata AKBP Bambang W Baiin, Kapolres Kediri Kota, Minggu (27/12/2015).

Ditambahkan Bambang, setiap 30 menit sekali dengan dikomando oleh staf Bag Ops / Posko secara bersama 1000 terompet di bunyikan dengan nada “TE.. TET ” ( ditiup TE pertama pendek dan tiupan TEEET kedua tiupan panjang ). 27 terompet tahun baruDan pada saat pukul 24.00 seluruh anggota disamping melaksanakan PAM ikut secara bersama masyarakat lainnya meluapkan sukacita kegembiraan dengan turun ke jalan sambil meniupkan terompetnya masing-masing.

Walaupun Polri melaksanakan pengamanan dalam menyambut Tahun Baru 2016. “ Kami ingin menjadi bagian yg tidak terpisahkan bersama masyarakat merayakan sukacita atau kegembiraan menyambut Tahun Baru 2016 ,” lanjut Bambang. Kapolres menjelaskan, anggota Polri disela-sela kesibukannya tetap dapat bersukacita  dilapangan untuk menambah meriahnya suasana dalam menyambut Tahun baru 2016 di Kota Kediri. (kdr/mbah heru)  

Menhub Pantau Aktivitas di Stasiun Pasar Turi Surabaya

27 kunjungan menhubTribratanewsJatim.com: Menteri Perhubungan RI Ignasius Jonan bersama rombongan berkunjung ke Stasiun Pasar Turi di, Jalan Semarang Surabaya, Sabtu (26/12/2015) malam.

Anggota Sat Pam Obvit Polrestabes Surabaya dipimpin Kasat Pam Obvit AKBP Minarti turut melakukan pengamanan terhadap kunjungan kerja (kunker) Menteri Perhubungan dan rombongan tersebut.

“Memberi pengamanan terhadap VIP maupun VVIP merupakan salah satu tugas Sat Pam Obvit” kata AKBP Minarti.

Kedatangan rombongan menteri kali ini untuk meninjau kesiapan Stasiun Pasar Turi dalam menghadapi membludaknya penumpang saat liburan hari Natal dan menjelang Tahun Baru 2016.

Menurut AKBP Minarti, dengan pengamanan dari Pam Obvit dan Polsek Bubutan, diharapkan kedatangan rombongan dari Menteri Perhubungan kali ini berjalan lancar tanpa ada gangguan. (tbs/mbah heru)

Foto : Menhub saat bersalaman dengan Kasat Pam Obvit Polrestabes Surabaya

Mengenang Setahun Jatuhnya Pesawat AirAsia

27 jatunya pesawat AirAsiaTribratanewsJatim.com: Backdrop panggung bertuliskan “Remembrance Of  QZ 8501” dengan bunga mawar warna pink yang ditempatkan pada posisi kiri dan kanan tulisan tersebut. Demikian nuansa peringatan setahun (28 Desember 2014 – 28 Desember 2015) musibah AirAsia QZ 8501 rute Surabaya –  Singapura, yang bakal berlangsung di gedung Mahameru, Mapolda Jatim, Senin (28/12/2015).

Kegiatan itu akan menghadirkan CEO Air Asia Group Tony Fernandes, Kepala Basarnas Marsdya TNI FHB Soelistyo, Kapolda Jatim, Irjen Anton Setiadji, Pjs Wali Kota Surabaya dan perwakilan keluarga korban musibah Air Asia.

Pesawat AirAsia itu mengangkut 162 orang dengan rincian 155 penumpang, selebihnya pilot, co pilot dan pramugari. Sementara Serpian pesawat ditemukan di perairan Pangkalanbun, Kutai Barat, Kalimantan Barat (Klbar). Diantara yang terlibat dalam penanganan kasus itu Tim Desaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Polda Jatim dan Basarnas. Kronologi Jatuhnya AirAsia Pesawat Indonesia AirAsia Pesawat type Airbus A320 dikabarkan mengalami hilang kontak.

Pesawat ini diterbangkan oleh Kapten Irianto. Bagaimana kronologinya? “(Pesawat) belum ketemu. Masih hilang kontak,” kata Dirut Airnav Ignatius Bambang Tjahjono saat dihubungi, Minggu (28/12/2014). Ia menjelaskan, bahwa pada pukul 06.16 WIB pagi, pesawat masih terlihat di radar, selanjutnya pada 06.17 pesawat hilang kontak dengan ATC, kemudian 06.18 WIB target hilang dari radar.

Ignatius menerangkan, awalnya pesawat sempat melakukan komunikasi ATC Jakarta, pukul 06.12 WIB pada ketinggian 140320. “Pada saat kontak ATC radar Jakarta mengidentifikasi pesawat pada layar radar, pada saat kontak (pilot) pesawat menyatakan ingin menghindari awan ke arah kiri, dari rute M635 dan minta naik ke tinggian ke 38 ribu kaki,” Dia melanjutkan, pada pukul 06.16 WIB, pesawat masih terlihat di layar radar, kendati pukul 06.17 pesawat hanya nampak sinyal.

Pada saat itu sekaligus pesawat hilang kontak dengan ATC. “Pukul 06.18 target hilang dari radar, hanya tampak flight name trek,” ujarnya. “Dari ATC, kami sudah menyatakan interval, jadi tahap hilang kontak pada pukul 07.08, jadi alerva tahap lanjutan pesawat pada 07.28, kemudian pernyataan pesawat hilang pada 77.55. Ia menambahkan, bahwa hingga saat ini, Tim Basarnas tengah terinformasi dan sedang melakukan pencarian. “Basarnas sedang mencari,” imbuhnya. Pesawat jenis Airbus A320-200 ini membawa 155 penumpang, yairu 138 penumpang dewasa, 16 anak dan satu bayi, dua pilot, empat awak kabin dan satu teknisi. (dok/mbah heru)

Foto: Bangkai musibah jatuhnya pesawat AirAsia

Polres Jember Siagakan 500 Personil “Ngepam” di Ponpes Darus Solihin

27 kapolres JemberTribratanewsJatim.com: Polres Jember gelar siaga pengamanan kegiatan pengajian Umum dalam rangka peringatan Maulud Nabi Muhamad SAW di Ponpes Darus Solihin, Dusun Krajan Desa Puger Kulon Kecamatan Puger, Minggu (27/12/2015).

Kegiatan pengamanan itu melibatkan 500 Personil termasuk juga 2 SSK Satuan Brimob, mengikuti apel siaga yang di pimpin langsung Kapolres Jember AKBP M Sabilul Alif, SH, SIk, MSi,  di Lapangan Kecamatan Puger Kabupaten Jember.

Selain kekuatan personil,  sarana prasarana kepolisian seperti perangkat pengendali massa,  Water Canon  dan puluhan unit kendaraan dinas patroli diterjunkan ke lokasi.

“Kami maksimalkan kekuatan pengamanan ini karena peristiswa 2 tahun lalu jangan terulang kembali. Jika terjadi lagi maka dampaknya akan lebih besar, ” kata Kapolres Jember saat menyampaikan pada apel pasukan.

Kerusuhan yang terjadi waktu itu pada 12 September 2013, yang berawal kisruh dipicu akibat kegiatan karnaval Ponpes Darus Solihin dan berbuntut peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya seorang nelayan di Desa Puger Kulon.

27 Pam di JemberSementara itu Kabagops Polres Jember menyatakan, bahwa penempatan kekuatan personil diupayakan tergelar optimal di segala lini pada titik titik pemetaan area pengamanan

Semua akses masuk menuju Ponpes Darus Solihin akan di jaga ketat baik pengamanan  secara terbuka maupun tertutup. Sedangkan 1 kompi personil Brimob tetap stand by  di Mapolsek  Puger, yang nantinya akan dikerahkan, jika sewaktu-waktu dibutuhkan sesuai perkembangan situasi dilapangan, demikian ditegaskan Kompol Kusen Hidayat. (jbr/mbah heru)

Foto:Kapolres Jember saat pimpin apel siaga